Tetangga yang baik adalah rejeki. Dan tak semua orang mendapatkan privilege tadi. Drama pertetanggaan tak pernah letih menghampiri. Termasuk kami.
Tahun 2013 setelah menikah, kami (-saya tepatnya) tinggal di rumah baru. Lingkungan baru. Banyumanik. Sumber air. Daerah Semarang atas. Jauh dari keluarga, pun Suami masih di Jakarta. Saya harus menciptakan suasana nyaman. Saya harus baik pada para tetangga, yang mayoritas paruh baya. Baik, saya memang warga paling muda.
"Hati-hati dengan Bu A," Salah satu tetangga mengingatkan. Baik, tidak masalah. Saya tak akan bikin ulah.
Tahun 2014, Suami pindah Semarang. Pun saya mulai sadar ada beberapa barang yang menghilang. Handuk, sapu, kuas, dan printilan-printilan di teras. Padahal rumah saya berpagar. Dan pintu pagarnya berat sekali.
Semakin lama barang yang hilang semakin terjadwal. Yaitu ketika kami mudik. Kemana barang-barang tadi? Siapa pelakunya? Ga ada kerjaan sekali nyuri kuas oli? Sampai jemuran handuk yang dari aluminium pun ikut raib. Polanya sama. Saat kami mudik.
"Mba, saya lihat jemurannya Mba Fitri" Ibu pocokan tiba-tiba senyum geli "Itu di depan rumah Bu A. Nanti klo Mba Fitri lewat, lihat aja." Ini terjadi setahun setelah misteri hilangnya jemuran tadi. Memang benar. Saya hafal jemuran saya. Karena salah satu gagangnya lepas. Dan saya masih menyimpannya. Bentuk jemuran di depan rumah Bu A pun mirip, warna dan gagangnya yang lepas. Ya sudah. Saya ikhlaskan saja.
Tapi. Lagi-lagi. Ada hal aneh. Kali ini berubah polanya. Yaitu ketika keluarga saya atau keluarga Suami datang berkunjung. Mulai pot yang jatuh dari atas pagar sampai sindiran-sindiran tiap saya lewat.
"Bu A iri sama kamu, Nduk. Semalam mencak-mencak gara-gara keluargamu datang bawa sepeda untuk anakmu."
Saya melongo.
Iri karena mertua ngasih sepeda buat anak saya?
Lho, anak saya dikasih Eyangnya sepeda apa yang salah?
Marah sampai jatuhin pot tanaman saya gara-gara lihat Eyang ngasih sepeda untuk cucunya sendiri?
Marah tiap keluarga saya datang bawa banyak sekali oleh-oleh? Padahal pasti saya bagi untuk semua tetangga, termasuk dia. Lho kok marah? Mau marah sama siapa?
Ya sudah. Saya putuskan berhenti menegurnya.
Berhenti menaruhnya di daftar orang yang harus saya kasih oleh-oleh.
28 February 2019
20 April 2017
Ciptakan Hunian Sekaligus Rumah Produksi Tanpa Merusak Furniture
Di masyarakat umum, seringkali kita mendapati banyak anggapan jika rumah hunian
dijadikan tempat usaha atau tempat produksi maka rumah akan cepat rusak dan
kotor. Para pemilik rumah kontrakan pun enggan untuk menyewakan rumahnya jika
si penyewa akan menggunakannya untuk membuka usaha, baik untuk membuka kios
maupun untuk tempat produksi (seperti usaha catering, dan lain sebagainya).
Ketika pertama kali saya dan suami memutuskan untuk resign dari kantor dan memulai usaha makanan, hal pertama yang saya
pikirkan adalah “Bagaimana caranya agar rumah tetap nyaman bagi batita dan aman
untuk furniture yang kami miliki”. Sebagai keluarga muda, tentu kami dianggap
belum pintar dalam mengatur rumah sendiri. Tetapi tekad sudah bulat. Kini, rumah
kami telah sah menjadi rumah produksi. Setiap pagi sampai siang kami
memproduksi produk makanan di dalam rumah.
Untuk menjaga kepercayaan keluarga bahwa kami bisa merawat rumah dan
furniture walaupun digunakan sebagai rumah produksi, kami melakukan beberapa
trik:
- Penataan ruang yang lapang. Ruang tamu kami menjadi satu dengan ruang makan, ukuran ruang ini 5 x 6 meter. Kami sengaja tidak menyekatnya agar ruangan terkesan lapang sekaligus bisa kami manfaatkan sebagai tempat produksi makanan. Furniture yang kami pilih berbahan kayu dengan desain ukiran minimalis. Kursi tamu berbahan kayu dan berbentuk dipan panjang, kami letakkan di ujung ruangan dan menempel ke dinding di dua sisi agar terlihat lapang dan tidak memakan ruang.
- Pintu dan jendela dibuat lebar dan panjang. Kami memasang tralis besi di seluruh pintu dan jendela. Selain untuk menciptakan rasa aman ketika pintu utama dibuka, kami juga merasa tenang karena anak kami terlindungi.
- Kami sengaja tidak menempatkan aneka pernak- pernik berukuran kecil. Karena selain tidak efisien untuk rumah produksi, juga tidak aman karena kami mempunyai batita. Untuk hiasan, kami hanya memasang pigura kaligrafi di atas ruangan TV dan di depan tangga di lantai atas.
- Atap rumah/ plafon dibuat tinggi agar sirkulasi udara semakin bagus dan di dalam rumah terasa sejuk. Kami juga memasang exhaust untuk menjaga sirkulasi udara di dalam rumah agar terus mengalir.
- Kami hanya memilih perabotan yang fungsional. Bukan hanya melihat dari sisi dekoratifnya saja. Contoh, meja ukiran untuk ruang tamu juga mempunyai laci kecil di bawahnya sehingga bisa kami manfaatkan untuk menyimpan kertas, nota dan koran.
Mungkin banyak yang bertanya- tanya mengapa kami tidak melakukan proses
produksi di dapur. Dapur kami berukuran
kecil (3 x 3 meter), jadi saya hanya beraktivitas di dapur untuk memasak bahan
saja, selebihnya dikerjakan di ruang tamu bersama karyawan.
Untuk perawatan harian, yang kami lakukan antara lain:
- Perawatan furniture kayu selalu kami lakukan dengan membersihkannya menggunakan kain lembut dan cairan pemoles/ pembersih kayu.
- Perkakas produksi yang berbahan kayu dan bambu kami jemur dan angin-anginkan di teras setelah dicuci.
- Dinding dapur dan kompor kami bersihkan menggunakan cairan pembersih.
05 January 2017
TENSES DALAM BAHASA INGGRIS
Tenses pada dasarnya didasarkan pada WAKTU dan CARA PENGERJAANNYA
Sebagai orang yang pernah menjadi pengajar Bahasa Inggris di sekolah dan Lembaga Pendidikan, rasanya senang sekali jika bisa membantu orang- orang terdekat dalam mengatasi masalah dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Kali ini ada seorang teman yang ingin mempelajari TENSES agar bisa menyusun skripsi dengan baik.
Tenses dalam Bahasa Inggris yang didasarkan pada
waktu, antara lain:
- Sekarang (present)
- Dulu (Past)
- Akan datang (Future)
Sedangkan jika didasarkan pada
cara pengerjaannya, maka dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu:
- Simple (Sederhana). Yaitu menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut SEDANG dikerjakan, TELAH dikerjakan atau MASIH berlangsung/ terjadi.
- Continuous (Sedang berlangsung/ sedang dilakukan). Yaitu menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut SEDANG berlangsung/ sedang dilakukan.
- Perfect (Telah dikerjakan). Yaitu menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut TELAH selesai dilakukan.
![]() |
| Fun Learning English |
TENSES DALAM BAHASA INGGRIS
1.
Simple Present
(+) S + V1 (+s/es) >>
I work everyday
(-) S + Do/ Does + not + V1 >>
I don’t work everyday
(?) Do/ Does + not + S + V1? >>
Do/ Don’t you work everyday?
2.
Present Continuous
(+) S + is/ am/ are + Ving >>
I am working now
(-) S + is/ am/ are + not + Ving >>
I am not working now
(?) Is/ am/ are + S + Ving >>
Are you working now?
3.
Present Perfect
(+) S + have/ has + V3 >>
I have worked at this company for two years
(-) S + have/ has + not + V3 >>
I have not worked at this company for two years
(?) Have/ has + S + V3? >>
Have you worked at this company for two years?
4. Present Perfect Continuous
(+) S + have/ has + been + Ving >> I have been working here for
two hours
(-) S + have/ has + not + been +
Ving >> I have not been working
here for two hours
(?) Have/ has + S + been + Ving? >> Have you been working here for
two hours?
5.
Simple Past
(+) S + V2 + O >>
I worked here last month
(-) S + did + not + Inf (V1) >>
I did not work here last month
(?) Did + S + Inf (V1) >>
Did you work here last month?
6. Past Continuous
(+) S + was/ were + Ving >> I was working here
last month
(-) S + was/ were + not + Ving >> I was not working here last
month
(?) Was/ were + S + Ving >> Were you working
here last month?
7. Past Perfect
(+) S + had + V3 >> I had
worked here for three months last year
(-) S + had + not + V3 >> I had not
worked here for three months last year
(?) Had + S + V3? >> Had You
worked here for three months last year?
8. Past Perfect Continuous
(+) S + had + been + Ving >> I had been working
here
(-) S + had + not + been + Ving >> I had not been
working here
(?) Had + S + been + Ving? >> Had you been working
here?
9.
Simple Future
(+) S + will + Inf (V1) >>
I will go there next month
(-) S + will + not + Inf (V1) >>
I will not (won’t) go there next month
(?) Will + S + Inf (V1) >>
Will you go there next month?
10. Future Continuous
(+) S + will + be + Ving >> I will be
working there
(-) S + will + not + be + Ving >> I will not be working
there
(?) Will + S + be + Ving? >> Will You be working
there?
11. Future Perfect
(+) S + will + have + V3 >> I will have
worked there
(-) S + will + have + not + V3 >> I will have not worked
there
(?) Will + S + have + V3? >> Will you have worked
there?
12. Future Perfect Continuous
(+) S + will + have + been + Ving
>> I will have been working
there
(-) S + will + have + not + been
+ Ving >> I will have not
been working there
(?) Will + S + have + been +
Ving? >> Will you have been
working there?
13. Past Future
(+) S + would + Inf / V1 >> I would work there
(-) S + would + not + Inf/ V1 >> I would not work there
(?) Would + S + Inf/ V1? >> Would you work there?
14. Past Future Continuous
(+) S + would + be + Ving >> I would be working
there
(-) S + would + not + be + Ving >> I would not be
working there
(?) Would + S + be + Ving >> Would you be working
there?
15. Past Future Perfect
(+) S + would + have + been + V3 >> I would have been worked there
(-) S + would + not + have + been
+ V3 >> I would not have
been worked there
(?) Would + S + have + been + V3?
>> Would you have been worked
there?
16. Past Future Perfect Continuous
(+) S + would + have + been +
Ving >> I would have
been working there
(-) S + would + not + have + been
+ Ving >> I would not have
been working there
(?) Would + S + have + been +
Ving? >> Would you have
been working there?
Note: Untuk pemula dan memudahkan menghafal dan memahami TENSES, Anda bisa
mulai menghafal dan memahami 5 TENSES yang berwarna kuning. Karena Tenses yang lain merupakan
turunan dari 5 Tenses
tersebut.
08 October 2014
Tips Aman dan Murah Mengatasi Biang Keringat pada Bayi
Yippie,, I'm coming back! ^_^
Kali ini saya akan berbagi tentang cara mudah, murah dan aman untuk membuat kulit baby muluuuuussss dan bebas biang keringat dan masalah kulit yang lain.
Semarang itu panaaaasss walaupun saya sekeluarga tinggal di Semarang atas dimana masih banyak pohon dan udaranya juga cenderung lebih segar daripada Semarang bawah.
Tapiiii yang namanya "seger" di daerah tropis tetap aja bisa memunculkan keringat, terlebih pada musim kemarau seperti sekarang.
Shaqueel bisa dikatakan anak AC :(
Di Daycare dia selalu terbiasa dengan AC. Jadi ketika udah kembali ke rumah yang ga ada AC, dia akan mudah berkeringat dan akhirnya muncul merah- merah pada kulitnya. Ditambah lagi kulitnya yang putih tambah membuat merah- merah itu kelihatan ga nyaman.
Karena kita tinggal terpisah kota dari Orang tua dan Mertua, jadi setiap ada kejadian tertentu ya harus kita tangani sendiri atau paling tidak sms/ telpon dengan Orang tua.
Awalnya kita menggunakan cream dari produk baby. Tapi kok lama sekali ilangnya? Walaupun sudah dibantu dengan pemberian olive oil pas di Daycare, tetap saja hasilnya lamaaaaaaa...
Akhirnya Ibu yang bantu bersih- bersih rumah ngasih cairan merah, yang katanya air rebusan kayu secang.
Duh apa yaa?
Katanya ampuh untuk mengatasi masalah kulit dan bikin kulit halus mulus. Ga cuma untuk baby tapi juga untuk orang dewasa. Cara pakainya juga tinggal dicampur ke air mandi si baby. Ayeayeaye!
Akhirnyaaaaa...
Baru 3 kali mandi berendam dengan air ini ternyata sudah berkurang dan hampir hilaaanggg. Senangnya hatiku. Akhirnya sekarang punya persediaan kayu secang di rumah. Beli di pasar satu plastiknya cuma Rp 2.000 dan itu bisa untuk sekitar 10x mandi. Karena saya siasati tiap kali merebus air mandi Shaqueel, saya taruh 3 bulir kayu. Jadinya awet deh.
Penasaran sama kayu secang? Ini diaaa...
Kayu secang satu bungkus
Kayu secang + air rendaman
Kayu secang setelah direbus
24 June 2014
Hypnobirthing Experience: Melahirkan Penuh Senyuman
Sudah
lama banget ga post di sini. Padahal ada banyak hal yang ingin saya share
dengan semuanya 😊
Jika
di post sebelumnya saya sudah share tentang teori hypnobirthing, maka sekarang
saya mau share pengalaman saya sendiri 😉
Ketika
memasuki usia kehamilan ke-7 bulan, saya mulai intens check up dan mengikuti
kelas hypnobirthing di RB Ngesti Widodo. Tetapi utk USG saya hanya 1x selama
hamil karena saya terngiang dengan suatu artikel yang mengatakan kalau USG itu
bagi si janin seperti kita berada di pabrik pada waktu jam kerja. Bisiiiiing
sekali. Itu utk USG yg 3D biasa. Bayangkan jika kita USG 4G. Tingkat
kebisingannya tentu saja semakin tinggi. Itulah alasan kenapa dokter dan bidan
saya selalu menyarankan utk tidak terlalu sering USG jika kondisi janin normal
dan sehat..
Waktu
itu sebelum saya ikut kelas hypnobirthing, saya check up di Dokter Edy (RB Ngesti
Widodo). Alhamdulillah semuanya normal dan bagus tetapi posisi janin kepala
masih di atas. Saya disarankan sering sujud.
Kemudian
ada kelas hypnobirthing (karena kelas ini direkomendasikan untuk usia kehamilan
minimal 7 bulan, walaupun sebelum usia itu juga boleh-boleh aja). Kelas
hypnobirthing ini dipimpin oleh Bu Naning yang memang sudah hafal sejarah
kesehatan kehamilanku (dimana hamil kayak ga hamil. Makan apa saja masuk.
Muntah cuma sekali karena belum tahu kalo hamil dan minum soft drink di resto
fastfood 😞). Di kelas ini diajarkan semua teori, seperti:
- Mengatur aura tubuh agar senantiasa berwarna hijau (adem), tidak "panasan"/ emosian. Karena emosi dan aura si Ibu akan berpengaruh pada sifat si kecil. Selain itu, ketika kita "adem", masa kehamilan juga lebih mudah dan nyaman.
- Diajarin bagaimana caranya pijat untuk mengeluarkan endorphine untuk meminimalisir rasa nyeri dan sakit. Pijat ini dilakukan oleh suami. Enaaaaak bangettt 😍
- Diajarin cara pijat (aduh lupa namanya). Pokoknya fungsinya untuk menghindari robekan.
- Diajarin gerakan pelvic rocking untuk meminimalisir nyeri dan mempercepat pembukaan ketika mulai kontraksi menjelang kelahiran.
- Cara mengejan yang benar.
- Cara pernafasan perut ketika terjadi kontraksi.
- Diajarin cara komunikasi dengan janin.
- Dan berbagai macam teori dan praktek selama mempersiapkan dan selama kelahiran.
Nah
pengalaman saya pribadi sempat bikin keluarga dan teman-teman wondering.
Hehehee. Soalnya pas saya masuk 8 bulan posisi janin masih menghadap ke atas.
Saya juga mulai mendengar gosip bahwa wanita yang minus lebih dari 3 tidak bisa
melahirkan normal. Tapi mengenai hal ini saya diyakinkan oleh Bidan saya kalau
itu tidak benar. Jika kita rileks dan mengejannya benar, maka resiko retina
pecah tidak akan terjadi dan bisa melahirkan dengan normal. Intinya, yakinkan
diri kita! Kita pasti bisa melahirkan normal!
Nah
masalah berikutnya yang dikhawatirkan Bidan saya adalah tinggi badan saya yang
cuma 150 cm dan dikhawatirkan panggul kecil sehingga kemungkinan melahirkan
normal agak kecil. Bu Naning akhirnya menjadwalkan pertemuan saya dengan Dokter
Edi 2 hari berikutnya untuk mencari second opinion. Jujur saya pun mulai
berkurang kepedean saya. Saya akhirnya banyakin berdo'a, sujud, jalan-jalan,
dan berkomunikasi dengan janin saya. Saya selalu bilang si adek untuk bantu
Bunda melahirkan dengan cepat, normal dan nyaman. Saya ulang-ulang terus setiap
saya senggang.
Hari
H ketika harusnya saya ketemu dengan Dokter Edy justru jadi hari kelahiran
jagoan saya 😍
Satu
hari sebelumnya saya mulai kerasa sebentar lagi sepertinya si jagoan lahir.
Saya sering-sering
sujud, pelvic rocking dan jalan-jalan di sekitar rumah. Suami pun siap siaga
memijat dengan pijatan endorphine di punggung bagian bawah.
Siang hari, saya bilang suami “Kalau ga nanti malam
mungkin besok lahir, Mas”
Saya dan suami pun nyiap-nyiapin apa saja yang akan saya
bawa ke Rumah Bersalin.
Masuk malam hari, kontraksi semakin intens dan suami siap
nyuapin saya yang mulai malas makan serta mijitin. Jam 7 malam saya sudah
tidur, bangun cuma pas kontraksi. Jam 00.00 saya bangun lagi dan ngecek apa
sudah keluar lendir atau belum, ternyata belum dan saya tidur lagi.
Jam 03.30 saya bangunkan suami karena sudah keluar
lendir. Suami langsung panggil taksi dan kami meluncur ke Rumah Bersalin Ngesti
Widodo yang jaraknya 30 menit dari rumah kami.
Sampai Rumah Bersalin diperiksa dan katanya sudah bukaan
4. Saya tiduran miring kiri sambil dipijit endophine oleh perawat sana. Dan saya
pun tidur. Serius, rasanya nyaman banget di sana diputerin lagu instrumental
dan aromateraphy. Bangun cuma tiap kontraksi dan ambil nafas perut. Suami ijin
boleh engga dia pulang sebentar, saya bilang boleh karena saya mau tidur dulu. Kemungkinan
siang baru lahir.
Ternyata eh ternyata pas jam 7.45 WIB saya dibangunin Bu
Naning dan dikasih tahu kalau sudah saatnya lahiran. Bu Naning pun tersenyum
bahagia lihat saya tidur pulas “Wah rileks sekali ya, Ibu” katanya sumringah.
Begitu saya siap dengan posisi melahirkan, tinggal nunggu
kontraksi dan akhirnya 3 kali mengejan langsung lahir. Alhamdulillah.
Waktu itu suami masih belum sampai Rumah Bersalin jadi
saya lahiran sendirian bersama perawat dan Bu Naning. Ga ada 5 menit lahir
suami saya datang dan kaget kok cepet banget. Hehee, pas IMD dan saya dijahit
pun sempat-sempatnya saya, suami dan Bu Naning guyon “Bu, gimana ini Bu, saya
sudah ditodong bikin anak 4 nih, Bu” kata suami. ^_^
Dan ini dia jagoan saya.
Dan ini dia jagoan saya.
Haidar Shaqueel Kencana
BB: 3,1 kg dan PB: 49 cm.
Shaqueel 1 bulan
Shaqueel sama Bunda
Shaqueel sama Ayah
25 October 2013
Gentle Birth dan Hypno-Birthing di Semarang
Semenjak hamil, banyak sekali pengetahuan baru yang masuk. Sering dikasih informasi saudara, orang tua dan googling akhirnya dapetlah informasi tentang gentle birth dan hypno-birthing, dua hal yang sepertinya masih asing di kota (agak) kecil, Semarang.
Jika selama ini kita semua mengetahui banyak Ibu melahirkan di'paksa' oleh dokter untuk memudahkan persalinan, misalnya dengan induksi, dan lain sebagainya, maka sekarang metode gentle birth mulai banyak dilirik oleh masyarakat. Apa itu gentle birth?
"Gentle birth adalah pilihan proses kelahiran yang dilakukan dengan metode sealamiah mungkin. Artinya Bunda akan diajak untuk mendapatkan proses kelahiran senormal mungkin dalam keadaan tenang tanpa adanya ikut campur medis. Hal utama yang diajarkan gentle birth adalah mengelola stress selama kehamilan dan stress akibat proses persalinan itu sendiri."
sumber: http://tips-ibuhamil.info/metode-persalinan-gentle-birth-definisi-prinsip-dan-pilihannya.html
Nah untuk bisa menjalani metode gentle birth, kita dihadapkan pada dua pilihan saat melahirkan, yaitu water birth dan hypno-birthing.
Saya lebih cenderung tertarik pada yang kedua, hypno-birthing (yang sebenarnya baru saya dengar beberapa bulan ini).
"Hypno-birthing berasal dari kata “hypnosis” dan “birthing”. Hypnosis yang berasal dari kata hypnos (bahasa Yunani) adalah nama Dewa Tidur. Arti "tidur" di sini adalah pikiran yang tenang. Sedangkan “birthing” (bahasa Inggris) berarti proses persalinan. Jika dikaitkan dengan proses persalinan, ketenangan pikiran akan mendukung relaksasi seluruh otot, termasuk semua yang terlibat dalam proses persalinan. Dengan relaksasi fisik, emosi dan jiwa persalinan pun menjadi mudah, bebas trauma, dan membuat ibu, ayah dan keluarga dapat menyambut kehadiran bayi dengan tenang, bahagia dan bernilai. Kehadiran buah hati tentu saja bukan hanya kelahiran fisik semata. Kehadirannya merupakan kehadiran cinta, kebahagiaan dan makna bagi keluarga, alam dan semesta."
sumber: http://www.hypnobirthingindonesia.com/
Setelah saya googling2, ternyata masih sedikit yang mengembangkan dua metode ini di Semarang. Sampai akhirnya saya dapat informasi dari saudara ada metode ini di Rumah Bersalin Ngesti Widodo, Ungaran, Semarang. Jl. Brigjend Katamso I No 3A RT 006 RW 002 Susukan Ungaran Timur Kabupaten Semarang 50516. Telpon (024)6925734 / 08112718280.
FB-nya: https://www.facebook.com/RumahBersalinNgestiWidodoUngaran.
Di sini ketemu langsung dengan bidan utamanya, Bu Naning yang ga cuma baik banget tapi juga cekatan. Perawat-perawatya juga friendly sekali. Dokter Edi juga bisa jadi second opinion di sini untuk menguatkan atau jika ada sesuatu yang meragukan. Dokternya juga friendly sekali.
Fasilitasnya komplit dengan harga bersaing. Tempatnya bersih banget.
Sekalinya saya datang untuk periksa langsung jatuh hati karena semua komponen yang ada di dalamnya membuat saya merasa sangat nyaman, bahagia dan percaya. Setiap weekend ada kelas senam hamil, yoga (pre-natal), seminar hypno-birthing, kelas hypno-birthing, dan lain sebagainya. Banyak sekali ilmu yang bisa diambil di sana. Masa kehamilan jd nyaman dan tenang.
Untuk calon Ibu yang lagi nyari Rumah Bersalin recommended di Semarang, saya sangat menyarankan Rumah Bersalin ini.
Selalu berpikir positif dan jadilah Ibu yang bahagia ^^
23 October 2013
Pertolongan Pertama Luka Terkena Air Panas
Semalam, mungkin karena udah ngantuk, tangan kiri keguyur air panas dari termos pas mau nuang ke gelas.
Paniknya cukup bikin ga bisa mikir tenang. Mana udah jam setengah sepuluh malam. Mana pembantu uda tidur dan suami di luar kota. Hfftt..
Akhirnya semua mulai terkendali ketika ingat latihan yoga dan hypno-birthing yang aku ikuti. Mulai ngerasa relaks dan akhirnya bisa mikir tenang.
Dulu pas ada temen kos (jaman masih single dan ngekos) kena air panas juga, aku cariin info di internet katanya harus diguyur air mengalir sampai ga kerasa panas lagi. Setelah itu baru dikasih salep Bioplacenton. Dan JANGAN dikasih minyak goreng atau pasta gigi.
Di rumah ga ada persediaan Bioplacenton dan ga berani kluar malam2.
Waktu itu jari sudah mulai panas dan memerah. Aku inget punya lotion yang lembab banget dipake dari pagi sampai sore. Entah kenapa langsung yakin lotion itu bisa berguna di saat2 kayak gini.
Pertama aku oles masih kerasa perih, aku oles agak banyak. Lama-kelamaan kerasa adem dan warna merahnya sedikit memudar. Akhirnya bisa tidur, pas kebangun di tengah malam jari-jariku udah ga kerasa panas lagi. Aku perhatiin ternyata merahnya udah ilang juga. Tanpa melepuh. Memang masih agak ngilu, tapi Alhamdulillah aman tanpa melepuh.
Sangat direkomendasiin lotion ijo yang satu ini.
Untuk pemakaian sehari-hari pun sangat lembut dan lembab dari pagi sampai sore, walaupun uda kena air wudlu 2x (Dzuhur dan Ashar). Enak juga dipake bumil untuk meminimalisir stretch mark. Dan ternyata aku ga salah pilih karena memang bisa dipakai untuk keadaan darurat seperti terkena air panas.
Tapi mungkin untuk luka yang lebih serius tetep harus dengan pertolongan yang benar dengan obat yang dianjurkan atau periksa ke dokter. Lotion ini cuma untuk luka yang tidak serius.
Semoga membantu ^^
Subscribe to:
Posts (Atom)













